
Namun saja, M600i diluncurkan lebih dahulu dibandingkan P990i. Melihat tampilan luar dari smart phone ini maka akan terbersit sebuah pesan bahwa M600i diciptakan bagi Anda yang gemar melakukan input data berupa teks. Pasalnya, dari tampilan depan, yang dapat terlihat hanyalah sebuah keyboard QWERTY unik dan layar yang besar saja. Namun bila Anda melihat dibagian sebelah kirinya, terlihat sebuah jog-dial kecil yang merupakan turunan langsung dari P990i dimana skema tersebut diambil dari pendahulunya, yaitu P900. Berbeda dengan P900, M600i tidak menyediakan jog-dial 5 arah untuk bernavigasi. Yang tersedia hanya sebuah jog-dial 3 arah seperti P800i. Untuk mengemulasi fungsi "back" pada M600i, Sony Ericsson menyertakan sebuah tombol "back" terdedikasi dibagian bawah jog-dial.
Keyboard QWERTY pada M600i patut mendapatkan perhatian yang khusus. Untuk meminimalisasi tampilan smart phone ini, Sony Ericsson memilih untuk menggunakan satu tombol fisik untuk dua huruf. Meskipun pertama kali susah digunakan, trik penggunaannya yang tepat adalah untuk melihat huruf yang tercetak.
Meskipun kesederhanaan tampil dominan pada tampilan luarnya, M600i memiliki kompleksitas yang cukup tinggi dari segi peranti lunak yang diusungnya. M600i adalah salah satu smart phone pertama yang menggunakan kombinasi operating system dan user interface terbaru yaitu Symbian OS v9.1 dan UIQ 3.0. Namun, penggunaan hal-hal terbaru tersebut berujung pada ketidaknyamanan pada smart phone ini. Penggunaan UIQ 3.0 pada M600i menghadirkan pengalaman yang cukup aneh. Dengan skema jog-dial yang hanya bisa memilih atas-bawah atau kiri-kanan saja, maka navigasi menjadi sangat terbatas. Untung saja M600i menggunakan teknologi layar sentuh sehingga membantu untuk memudahkan navigasi.
Ketiadaan kamera dicetuskan oleh Sony Ericsson pada M600i karena di beberapa negara, perangkat apa pun yang memiliki kemampuan untuk merekam gambar dilarang dibawa masuk ke kantor. Namun, tidak berarti smart phone ini hanya ditujukan untuk pasar korporat saja. Meskipun tidak mengusung emblem Walkman, reproduksi suaranya sudah cukup untuk dijadikan solusi ponsel pemain musik dengan tambahan memori eksternal dan headset HPM-70. Dan sebagai pemain musik, M600i dapat bertahan hingga 9 jam nonstop dengan sinyal GSM menyala.
Keyboard QWERTY pada M600i patut mendapatkan perhatian yang khusus. Untuk meminimalisasi tampilan smart phone ini, Sony Ericsson memilih untuk menggunakan satu tombol fisik untuk dua huruf. Meskipun pertama kali susah digunakan, trik penggunaannya yang tepat adalah untuk melihat huruf yang tercetak.
sponsored link:
Meskipun kesederhanaan tampil dominan pada tampilan luarnya, M600i memiliki kompleksitas yang cukup tinggi dari segi peranti lunak yang diusungnya. M600i adalah salah satu smart phone pertama yang menggunakan kombinasi operating system dan user interface terbaru yaitu Symbian OS v9.1 dan UIQ 3.0. Namun, penggunaan hal-hal terbaru tersebut berujung pada ketidaknyamanan pada smart phone ini. Penggunaan UIQ 3.0 pada M600i menghadirkan pengalaman yang cukup aneh. Dengan skema jog-dial yang hanya bisa memilih atas-bawah atau kiri-kanan saja, maka navigasi menjadi sangat terbatas. Untung saja M600i menggunakan teknologi layar sentuh sehingga membantu untuk memudahkan navigasi.
Ketiadaan kamera dicetuskan oleh Sony Ericsson pada M600i karena di beberapa negara, perangkat apa pun yang memiliki kemampuan untuk merekam gambar dilarang dibawa masuk ke kantor. Namun, tidak berarti smart phone ini hanya ditujukan untuk pasar korporat saja. Meskipun tidak mengusung emblem Walkman, reproduksi suaranya sudah cukup untuk dijadikan solusi ponsel pemain musik dengan tambahan memori eksternal dan headset HPM-70. Dan sebagai pemain musik, M600i dapat bertahan hingga 9 jam nonstop dengan sinyal GSM menyala.

Kesimpulan : Meskipun tidak memiliki fasilitas Wi-Fi, M600i memiliki feature yang cukup lengkap sehingga smart phone ini dapat digunakan oleh semua segmentasi pasar yang tidak terlalu mementingkan sebuah kamera terintegrasi.
0 komentar:
Post a Comment